Routing Dinamis menggunakan OSPF Multi Area

Apa itu Routing?
Routing adalah proses pengiriman paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Routing dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Routing juga dapat dilakukan dengan menggunakan protokol routing dinamis atau statis.
Pada artikel kali ini kita akan belajar bagaimana cara melakukan routing dinamis menggunakan protokol OSPF Multi Area. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat topologi yang akan kita gunakan.

Ketentuan
- Pastikan semua perangkat sudah dikonfigurasi dengan benar, termasuk IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway.
- Artikel kali ini hanya akan berfokus pada konfigurasi routing, jadi konfigurasi lain seperti IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway tidak akan dibahas.
Konfigurasi Routing
Karena kita menggunakan OSPF Multi Area, maka kita harus menentukan area mana yang akan menjadi backbone.
Menentukan Backbone
Backbone
merupakan area yang terhubung dengan semua area lainnya. Biasanya Backbone
diberi area 0
. Untuk menentukan Backbone
kita harus menentukan Area Border Router
(ABR). Kita akan memakai router Redistribute
, HRD
, Staff
, dan PRODUKSIBDG
sebagai Backbone, karena router tersebut saling terhubung dengan area lain.
Konfigurasi Area backbone / 0
Konfigurasi Router Redistribute
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 51.51.51.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 31.31.31.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router HRD
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 31.31.31.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 21.21.21.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router Staff
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 21.21.21.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 41.41.41.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router PRODUKSIBDG
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 41.41.41.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 51.51.51.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#ex
Semua router yang terhubung dengan area 0
akan menjadi Area Border Router
(ABR). Untuk mengecek apakah router sudah menjadi ABR atau belum, kita bisa menggunakan perintah show ip ospf border-routers
.
Maka hasilnya akan seperti ini.
Router#sh ip ospf border-routers
OSPF Process 1 internal Routing Table
Codes: i - Intra-area route, I - Inter-area route
i 66.66.66.1 [1] via 51.51.51.2, GigabitEthernet0/0, ABR, Area 0, SPF 1
i 192.100.100.1 [1] via 41.41.41.1, GigabitEthernet1/0, ABR, Area 0, SPF 1
i 192.168.100.1 [2] via 51.51.51.2, GigabitEthernet0/0, ABR, Area 0, SPF 2
i 192.168.100.1 [2] via 41.41.41.1, GigabitEthernet1/0, ABR, Area 0, SPF 2
Konfigurasi Area lainnya
Kalau kita lihat di topologi diatas, kita bisa lihat bahwa ada beberapa area diantaranya, Area 51
yaitu HRD, Area 61
yiatu Produksi, Area 10
yaitu Staff, dan Area 20
untuk Redistribute. Kita akan konfigurasi area tersebut.
Konfigurasi Router Redistribute
untuk Area 20
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 66.66.66.0 0.0.0.255 area 20
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router HRD
untuk Area 51
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.100.0 0.0.0.255 area 51
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router Staff
untuk Area 10
Untuk area ini, kita memiliki VLAN, jadi kita akan mendaftarkan dua network yang berbeda ke area yang sama.
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 192.90.90.0 0.0.0.255 area 10
Router(config-router)#network 192.100.100.0 0.0.0.255 area 10
Router(config-router)#ex
Konfigurasi Router PRODUKSIBDG
untuk Area 61
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.200.0 0.0.0.255 area 61
Router(config-router)#ex
Konfigurasi OSPF sudah selesai, sekarang kita bisa mengeceknya di salah satu router dengan cara mengetikkan perintah show ip ospf database
dan melakukan pengetesan ke semua perangkat yang terhubung.